Jati Diri Penggerak Wawasan dalam Pacasila dan Nilai Budaya
Jati diri sendiri berarti diri kita sendiri. Jati diri akan muncul dengan sendirinya seiring berjalannya waktu dengan bertambahnya pengalaman dan pengetahuan tentang diri kita sendiri. Jati diri sendiri sering diartikan sebagai suatu hal yang dicari-cari. Banyak orang yang mengatakan "mencari jati diri". Padahal dari yang sudah disebutkan di atas tadi, jati diri itu datang dengan sendirinya.
Jati diri bukan hanya akan membentuk karakter dari seorang manusia. Jati diri bisa membentuk pola pikir dari seorang individu. Sama halnya dengan karakter, pola pikir itu bermula dari pengalaman-pengalaman yang sudah di lewati, dan bukan sekedar dilewati tetapi di pahami hikmah dari pengalaman itu, baik, maupun buruknya. Pola pikir manusia yang berkembang dari jati diri, misalnya, pola pikir yang selalu positif. Pola pikir yang selalu positif itu bisa terjadi pada pengalaman pengalaman kita. Misalnya, dulu kita berpikir negatif dalam segala hal, kemudian pengalaman kita mengajak kita untuk berpikir positif. Awalnya kita akan ragu untuk dan sulit untuk memulai berpikir positif. Tapi saat kita sudah mulai, dan terbiasa berpikir positif, maka kita akan memulai berpikir positif. Dan diiringi waktu dan tambahnya umur serta kedewasaan kita, pola pikir positif tersebut akan membentuk menjadi bagian dari jati diri kita. Jati diri tersebut akan membentuk sebuah pola pikir yang matang.
Selain itu, jati diri juga bisa berpengaruh kepada wawasan kita. Lebih tepatnya, jati diri bisa membuka wawasan kita. Bermula dalam sebuah pengalaman, misalnya, wawasan atau pengetahuan berbicara di depan umum. Wawasan itu akan bermula pada pengalaman, contohnya, pengalaman menjadi ketua kelas, ketua himpunan, yang dapat membangun jati diri kita dalam wawasan. Kita akan diajari berbicara di depan umum karna kita harus. Jati diri wawasan itulah akan berkembang menjadi sebuah pengetahuan dan akan menjadi sebuah kebiasaan sehingga kita dapat berbicara di depan umum.
Indonesia sendiri memiliki jati diri yang sangat kuat, dan tidak akan goyah, yaitu ideologi pancasila. "Bhineka tunggal Ika" itulah yang tertulis di pita yang dibawa sang garuda, yang berarti, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Pancasila adalah jati diri bangsa Indonesia. Mengapa?
Pancasila :
- Ketuhanan yang Maha Esa, Tuhan yang Esa adalah dasar negara Indonesia. Setiap manusia di Indonesia haruslah memiliki Tuhan yang Esa, bukan Tuhan yang absurd, tapi Tuhan yang benat benar menuntun ke perilaku yang benar
- Kemanusiaan yang adil dan beradab, maksudnya adalah perilaku yang adil kepada seluruh manusia di Indonesia, yang berkaitan tentang hak hak asasi manusia, seperti hak untuk hidup, hak untuk berbicara, atau hak untuk beragama
- Persatuan Indonesia, Indonesia bersatu. Ya, benar itulah inti dari butir ke-tiga pancasila ini. Indonesia bersatu walaupun banyak suku dan agama yang ada di Indoneisa, tetapi kita harus tetap satu Tanah air, satu bahasa, satu bangsa, Indonesia
- Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, butir ke-empat ini ditujukan kepada para pemimpin bangsa Indonesia agar bijaksana dalam memimpin Indonesia
- Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, Indonesia adil dalam sosial, adalah harapan dari jati diri pancasila kepada rakyat Indonesia
Seluruh butir-butir pancasila tersebut adalah jati diri bangsa Indonesia ini. Pada butir ke-tiga dikatakan Persatuan Indonesia. Seperti kita tahu, Indonesia memilik banyak sekali suku, budaya, adat isitadat dan agama, tetapi dengan adanya pancasila dan semboyan bhineka tunggal ika, kita diwajibkan untuk bersatu dalam satu bangsa dan bahasa yaitu Indonesia. Diluar dari persatuan Indonesia, kita juga tidak boleh menghilangkan suku dan adat yang telah turun dari nenek moyang kita. Persatuan Indonesia berupa menghargai suku dan adat lain agar tidak terjadi perpecahan.





